FacebookInstagramTwitterContact

 

Generasi muda perlu berani terajui pembangunan           >>           Pengukuhan 'Maqasid Syar'iah' pemangkin kejayaan negara           >>           Berangkat ke Majlis Kesyukuran Ulang Tahun HK Ke-34           >>           Rumah Terbuka eratkan hubungan           >>           Rakyat Daerah Temburong panjatkan Doa Kesyukuran           >>           Puerto Rico's Arecibo Observatory Saved From Uncertain Fate           >>           23 Attorneys General Refile Challenge To FCC Net Neutrality Repeal           >>           Robinhood's Commission-Free Cryptocurrency Trading Is Live           >>           Organic Family Farm Ruined By Herbicide Drift: A Case Study (And Warning For Humanity)           >>           Castor Oil Is Great For Thickening And Regrowing Hair, Eyelashes And Eyebrows           >>          

 

SHARE THIS ARTICLE




REACH US


GENERAL INQUIRY

admin@brudirect.com

 

ADVERTISING

marketing@brudirect.com

 

PRESS RELEASE

pr@brudirect.com

 

HOTLINE

+673 222-0178 [Office Hour]

+673 223-6740 [Fax]

 



Upcoming Events


Brunei Gastronomy Week
February 23rd, 2018 | 08:00 AM


Negara Brunei Darussalam 34th National Day
February 23rd, 2018 | 10:00 AM





Prayer Times


The prayer times for Brunei-Muara and Temburong districts. For Tutong add 1 minute and for Belait add 3 minutes.


Imsak

: 05:06AM

Subuh

: 05:16AM

Syuruk

: 06:34AM

Doha

: 06:57AM

Zohor

: 12:35PM

Asar

: 03:53PM

Maghrib

: 06:34PM

Isyak

: 07:44PM

 



The Business Directory


 

 



Kalimantan


  Home > Kalimantan


Cegah Tingginya Stunting Di Sintang, Bupati Hadiri Kampanye Hari Gizi Nasional


 


 February 8th, 2018  |  10:20 AM  |   626 views

SINTANG

 

Stunting merupakan balita yang tinggi badannya tidak sesuai dengan umurnya, oleh karena itu, pada hari Rabu (7/2/2018) bertempat di Halaman Indoor Apang Semangai Kompleks Stadion Baning Sintang, Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang menggelar kegiatan kampanye hari gizi Nasional pada 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) untuk penurunan stunting dan pencanangan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) di Kabupaten Sintang.

 

dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh Bupati Sintang, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, para pimpinan organisasi daerah Kabupaten Sintang serta seluruh para masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut, yang diawali dengan senam massal bersama dan kemudian pencanangan kampanye hari gizi nasional.

 

Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan bahwa sebanyak 8,9 Juta anak-anak di Indonesia mengalami stunting, “jadi anak-anak kita ini ada sekitar 8,9 Juta yang mengalami kurangnya tinggi badan dibandingkan dengan umurnya, itulah yang disebut stunting, jadi kita harus mencegahnya dari sekarang, agar anak-anak kita nanti menjadi bangsa pemenang pada 100 tahun Indonesia merdeka”, kata Jarot.

 

Jarot mengungkapkan bahwa sesuai data yang ada di Kabupaten Sintang menunjukkan stunting di Kabupaten Sintang mencapai 28% sementara data dari Departemen Kesehatan itu 44%, “artinya kalau data di Dinas Kesehatan Sintang ada 100 orang anak dari 100 anak tersebut 28 anak itu mengalami stunting, dan kalau data dari Depkes ada 44 orang anak dari 100 anak mengalami stunting di Sintang, jadi ini merupakan angka yang buruk Indonesia”. ungkapnya.

 

Menurut Jarot, stunting merupakan indikator yang paling tajam untuk menilai kadar gizi seorang anak untuk di Indonesia, Kalimantan Barat, Kabupaten Sintang, “karena pada 1000 hari pertama dalam kehidupan perlu asupan gizi yang cukup, 270 hari didalam kandungan, 730 hari berikutnya kira-kira berumur 2 tahun lebih harus kita ukur tinggi badannya, jadi di Kabupaten Sintang menunjukkan anak-anak kita masih terancam masalah 1000 hari pertama, ibu hamil kurang mendapat pemeriksaan kehamilan, dan suplay taplet darah, anak-anak kita pada saat kelahiran belum semuanya dilakukan inisiasi menyusui dini, dan belum semuanya diberikan ASI eklusif sampai 6 bulan, jadi haruslah diberikan makanan bergizi”, tutur Jarot.

 

Jarot menambahkan untuk mencegah terjadinya stunting pada anak-anak, ada yang namanya interpensi gizi spesifik, “seperti harus memenuhi tablet penambah darah, inisiasi dini, ASI eklusif, ternyata kontribusi hanya 30% yang dapat menyembuhkan stunting, 70% nya itu dari luar seperti menjaga kesehatan lingkungan, sanitasi, jamban harus bersih, air bersih, kesehatan perumahan yang baik, bebas penyakit infeksi cacingan, dan ada hal lain yang dapat mengganggu kesehatan seperti tidak cukup karbohidrat, tidak cukup protein & lemak, jadi ini merupakan faktor utama dalam stunting”. tambahnya.

 

“kampanye anti stunting ini merupakan pekerjaan untuk kita semua, kita harus bekerjasama untuk mengatasi stunting ini, bersama sama masyarakat kita cegah stunting, agar Sintang menjadi bangsa pemenang, generasi pemenang yang bebas stunting”, pesan Jarot.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Harysinto Linoh mengungkapkan, bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang sudah melaksanakan kampanye pencegahan terjadinya stunting disetiap daerah di Kabupaten Sintang 2-3 tahun yang lalu, “karena stunting ini merupakan ketidaksesuaian antara tinggi badan dan umur, kurangnya asupan gizi dan protein dalam waktu yang lama sehingga perlu kita lakukan bersama pencegahan untuk tidak terjadinya stunting di masyarakat”, kata Sinto.

 

Sinto menjelaskan bahwa kasus stunting yang sudah terjadi tidak bisa di obati, “jadi kita cegah stunting ini dengan memberikan ASI eklusif kepada bayi, pemberian tablet penambah darah, membiasakan pola hidup bersih dan sehat, perhatikan kebersihan lingkungan, berikan imunisasi secara lengkap, kita harus cegah itu, kalau sudah stunting tidak bisa diapa-apakan lagi, dan rata-rata di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang masih banyak balita yang stunting”, jelasnya. (Dcy/Hms)

 


 

Source:
courtesy of KALIMANTAN NEWS

by KALIMANTAN-NEWS

 

If you have any stories or news that you would like to share with the global online community, please feel free to share it with us by contacting us directly at pr@brudirect.com

 

Related News


Surprise Reunion For Teacher Turned Into Viral Video

 2018-02-23 10:08:35

Kim Jong-Nam Murder: Suspects 'Were Paid For TV Pranks'

 2018-02-23 10:16:06

Funds Clash Over Which Way the Australian Dollar Is Headed

 2018-02-23 10:53:26