FacebookInstagramTwitterContact

 

Tunaikan Pengagihan Kurma Kurnia, Dengan Penuh Amanah           >>           Berangkat Melancarkan Pengagihan Kurma Kurnia Kebawah DYMM           >>           526,000 Kotak Kurma Safawi Akan Diagihkan           >>           Vaksin Efektif Pencegah Penyakit           >>           BST Menyahtarakan Kapal 'Bebatik Dan Belanak'           >>           Sarjan (B) Hamri, Kini Miliki Rumah Sendiri           >>           MPA Adakan IMO,IMSAS           >>           Pendidikan Awam Penting Bagi Rawatan Kanser Payudara           >>           Pelajar Cemerlang SM PAPHM Diraikan           >>           Perpustakaan Tempat Selesa Berkomunikasi           >>          

 

SHARE THIS ARTICLE




REACH US


GENERAL INQUIRY

admin@brudirect.com

 

ADVERTISING

marketing@brudirect.com

 

PRESS RELEASE

pr@brudirect.com

 

HOTLINE

+673 222-0178 [Office Hour]

+673 223-6740 [Fax]

 



Upcoming Events





Prayer Times


The prayer times for Brunei-Muara and Temburong districts. For Tutong add 1 minute and for Belait add 3 minutes.


Imsak

: 04:41AM

Subuh

: 04:51AM

Syuruk

: 06:11AM

Doha

: 06:33AM

Zohor

: 12:20PM

Asar

: 03:33PM

Maghrib

: 06:26PM

Isyak

: 07:37PM

 



The Business Directory


 

 



Kalimantan


  Home > Kalimantan


Dicurhati Petani Tembakau, Cak Imin Minta Pemerintah Tidak Menaikkan Cukai Rokok


 


 November 14th, 2017  |  08:42 AM  |   2354 views

JAKARTA

 

Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin meminta pemerintan melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak menaikan cukai rokok sebelum memberi penjelasan kepada petani tembakau di seluruh Indonesia.

 

"Saya minta Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak menaikan cukai rokok sebelum memberi penjelasan kepada petani tembakau secara detail rencana tersebut," katanya di kantor DPP PKB, Rabu (9/11/2017).

 

Menurut Cak Imin, jika pemerintah terpaksa menaikan harga cukai maka pemerintah harus dapat mengcover seluruh akses kesehatan bagi petani tembakau.

 

"Paling tidak biaya kesehatan untuk kelas tiga diberlakukan gratis. Sebab, petani tembakau berkotribusi besar dalam penerimaan pajak negara," katanya.

 

Cak Imin juga meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Sumarno dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat memberi akses yang cepat dan murah bagi petani tembakau untuk mengikuti program perkriditan rakyat.

 

"Petani tembakau membutuhkan modal untuk keberlanjutan tanaman tembakau dan tentu saja untuk menghidupi keluarga mereka," katanya.

 

Cak Imin berharap pemerintah memperhatikan keluhan petani tembakau karena mereka paling merasakan dampak dari rencana tersebut.

 

"PKB akan selalu memperjuangkan apa yang menjadi keluhan petani, karena mereka paling merasakan dampak dari rencana pemerintah," ujarnya.

 

Sebelumnya, belasan perwakilan petani tembakau  mengeluhkan rencana pemerintah menaikan cukai rokok. Mereka meminta Cak Imin untuk mejelaskan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar membatalkan kenaikan cukai rokok karena sangat berdampak pada petani tembakau di seluruh Indonesia.

 

"Kami mohon kepada Cak Imin untuk mengingatkan dan menjelaskan kepada Presiden Jokowi bahwa rencananya menaikan cukai berdampak secara langsung ke petani tembakau," kata Suwondo.

 

Suwondo percaya Cak Imin dan PKB masih mendengar dan sehati dengan rakyat, khususnya rakyat petani kecil seperti petani tembakau.

 

"Pada Cak Imin dan PKB kami menaruh harapan besar," ucapnya.

 

Di tempat sama, Widodo mengamini pernyataan Suwondo. Ia mengaku heran mengapa Presiden Jokowi membahayakan petani tembakau dengan menaikan cukai tembakau. Padahal, kenaikan cukai rokok yang realisasinya hingga sejauh ini belum berhasil.

 

"Realisasi cukai rokok tahun 2017 hanya Rp77 triliun. Sementara target pemerintah dari cukai rokok sekitar Rp147 triliun," tandasnya.

 

Dalam pertemuan tersebut petani didamping Pengurus Pusat Dewan Kesehatan Rakat (DKR) Roy Pengharapan. Sedangkan Ketum PKB Cak Imin didampingi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Lukman Edy, Anggota Komisi XI Bertu Merlas dan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKB Dita Indahsari.(Rls)

 


 

Source:
courtesy of KALIMANTAN NEWS

by KALIMANTAN-NEWS

 

If you have any stories or news that you would like to share with the global online community, please feel free to share it with us by contacting us directly at pr@brudirect.com

 

Related News


New Federal Building May Be Built At Demolished Wisma RTM Site

 2018-04-24 09:21:29

South Korea Turns Off Loudspeaker Broadcasts Into North

 2018-04-24 09:29:39

How 3% Yields Could Reshape The Investing Landscape

 2018-04-24 10:01:37